Sejarah Penemuan Emas

Sejarah Penemuan Emas

Sejarah emas pertama kali dimulai pada era zaman kuno terpencil. Namun tanpa bukti arkeologi susah bagi atau bisa juga dikatakan untuk menentukan waktu serta tempat pertemuan pertama bagi kita-kita yang dengannya logam kuning, kita cuma mampu menduga perihal orang-orang, yng di aneka macam tempat serta pada waktu yng berbeda yng pertama menemukan emas asli. Hilangnya berita rinci perihal penemuan emas dalam catatan sejarah bukan bagi atau bisa juga dikatakan untuk mengatakan bahwasanya kita tak mempunyai catatan awal penggunaan emas. Emas disebutkan dalam hampir setiap sudut sejarah dunia. Dari peradaban kuno Yunani, Mesir, Nubia serta Roma, emas sudah menjadi pusat perdagangan. Para ahli penelitian fosil sudah mengamati bahwasanya potongan-potongan emas alam yng didapati di gua-gua Spanyol dipakai oleh Kita-kita Paleolitik sekitar 40.000 SM. Akibatnya, tak mengherankan bahwasanya sumber-sumber sejarah tak bisa menyetujui tanggal yng tepat mengenai emas pertama kali dipakai. Satu menyatakan bahwasanya penemuan emas tercatat terlaksana sekitar tahun 6000 SM. Akan tetapi, dilain pihak Pada tahun 4000 SM Suatu budaya, yng berpusat pada Eropa Timur, mulai mempergunakan emas menjdai objek dari mode dekoratif serta bahan perhiasan. Pada waktu itu, emas mungkin ditambang di pegunungan Alpen Transylvania ataupun yng dikenal yang dengannya gunung Pangaion di Thrace, Bulgaria. Selanjutnya, Emas pula dikenal oleh bangsa Sumeria, Iraq selatan pada tahun 3000 SM, serta dipakai bagi atau bisa juga dikatakan untuk perhiasan, dekorasi, alat minum, serta lain-lain yng didapati pada makam raja-raja pada zaman itu.
Demikian juga di Mesir pada zaman yng kira-kira percis, logam emas sudah dikenal juga. Ada jejak perhiasan canggih serta koin sejak 3000 SM di Irak serta sejauh 3100 SM, kita mempunyai bukti dari rasio nilai emas / perak dalam kode Menes, pendiri dinasti Mesir pertama. Dalam kode ini dinyatakan bahwasanya “salah satu bagian dari emas adalah sama dengan dua dan satu setengah bagian dari nilai perak.” Pada tahun 2500 SM, di Abydos Mesir – didapati aneka macam jenis perhiasan yng diperbuat dari emas pada makam Raja Zer – dinasti pertama Mesir. Pada tahun 1500 SM, Mesir telah dianggap menjdai bangsa Amat kaya kerana emasnya, malah koin emas berukuran 11,3 gram yng dikenal menjdai Shekel telah dijadikan standard alat tukar perdagangan antarabangsa. Tak tidak lebih menariknya bangsa Babilon mempergunakan api menjdai tips bagi atau bisa juga dikatakan untuk menguji kadar emas suatu perhiasan pada tahun 1350 SM. Di Mesir kuno, sekitar waktu Seti I (1320 SM), kita menemukan penciptaan peta harta karun emas pertama yng saat ini kita kenal terdapat atau terletak di Museum Turin merupakan papirus serta fragmen yng dikenal menjdai “tambang des Carte”. Sementara itu, bangsa Mesir menemukan tips memperpanjang umur emas yang dengannya memasukkan emas pada suatu daun pada tahun 1200 SM. Kala itu orang-orang pula telah berupaya mencampur emas yang dengannya logam lain bagi atau bisa juga dikatakan untuk menaikan kekerasan emas serta memberikan variasi warna. Orang-orang pula menemukan teknik penggunaan lilin bagi atau bisa juga dikatakan untuk pembuatan perhiasan emas. Sekitar tahun 1091 SM, koin kecil terbuat dari emas berbentuk persegi dipakai menjdai mata uang di daerah China.
Penggunaan emas pertama menjdai uang terlaksana sekitar 700 SM, disaat pedagang Lydian memproduksi koin pertama. Hal ini cuma terbuat dari emas 63% serta 27% nya adalah campuran perak yng dikenal menjdai ‘electrum. ” Unit standar nilai tak diragukan lagi membantu pedagang Lydian menjadi berhasil, lantaran yang dengannya waktu yng Amat kaya dari Mermnadae, raja yang terakhir Lydia (570 -546 SM), Lydia sudah mengumpulkan timbunan emas yng tidak sedikit. Emas merupakan uang di Yunani kuno. Orang Yunani menaambang emas di seluruh wilayah Timur Tengah serta Mediterania pada tahun 550 SM, serta kedua ilmuan, Plato serta Aristoteles menulis perihal emas serta mempunyai teori perihal asal-usulnya. Emas dikaitkan yang dengannya air (masuk akal, lantaran sebagian besar didapati di sungai), serta emas merupakan kombinasi Amat padat dari air serta sinar matahari. Pada tahun 560 SM, koin-koin pertama terbuat dari emas murni sudah dipakai di Lydia, sebuah kerajaan di Asia Minor di daerah Turki. Ilmu orang-orang mungkin primitif, akan tetapi orang-orang Yunani tidak sedikit belajar perihal sisi praktis dari pertambangan emas. Pada era kematian Alexander dari Makedonia (323 SM), orang Yunani sudah menambang emas dari Pilar Hercules (Gibraltar) sepanjang jalan ke arah timur ke Asia Kecil serta Mesir, serta kami menemukan jejak tambang placer orang-orang pada waktu itu. Pada rentang 218 SM – 202 SM, selama perang Punic kedua yang dengannya Carthage, Roma memperoleh akses ke tempat pertambangan emas Spanyol serta memisahkan emas melalui kerikil sungai serta pertambangan Hardrock.

 

Pada tahun 50 SM, Roma mulai mengeluarkan koin emas yng disebut yang dengannya Aureus. Goresan pena-tulisan dari setiap tahap sejarah kita-kita bercerita penemuan serta penggunaan emas. Sejarawan Romawi Pliny the Elder (23-79 M), misalnya, menggambarkan lokasi pertambangan emas. Bangsa Romawi menemukannya disaat berbaring di tempat tidur serta melalui mimpi orang-orang mengetahui tempat-tempat penemuan emas, yakni di Sungai Tagus di Spanyol, Sungai Po di Italia, Sungai Hebrus di Thracia (saat ini Yunani), Sungai Pactolus di Asia Kecil (saat ini Turki), serta Sungai Gangga di India. Lantas baru pada tahun 600 M – 699 M kekaisaran Bizantium meresume pertambangan emas di pusat Eropa serta Perancis, yng adalah wilayah yng tak tersentuh sejak jatuhnya Kekaisaran Romawi. Pada tahun 1700 M, emas didapati di Brazil yng menjadi produsen emas terbesar pada tahun 1720 M yang dengannya hampir dua pertiga dari produksi dunia. pada tahun 1799 M 17-pon emas nugget didapati dalam Cabarrus Country, North Carolina, lantas didokumentasikan emas yng pertama di Amerika Serikat. Lalu tak lama lantas, yakni tahun 1803 M emas didapati di Meadow Creek Little Utara Carolina yng menimbulkan penyerbuan emas pertama di Amerika Serikat. tahun 1848 M John Marshall menemukan serpihan emas disaat sedang membangun penggergajian bagi atau bisa juga dikatakan untuk John Sutter di dekat Sacramento, California yng menimbulkan penyelesaian Gold Rush California di Amerika Serikat. Berpindah ke Afrika Selatan, yakni pada tahun 1868 M George Harrison, era menggali batu bagi atau bisa juga dikatakan untuk membangun rumah, ia menemukan emas di Afrika Selatan, sejak era itu, hampir 40% dari seluruh emas yng pernah ditambang.
Lantas, pada tahun 1898 M, dua prospector menemukan emas disaat ia memancing di Klondike, Alaska, pemijahan emas pada abad yang terakhir. Selain itu, di Indonesia pula sitemukan tambang emas, malah tambang emas terbesar terdapat atau terletak di Indonesia, yakni tambang Grasberg yng terdapat atau terletak di Papua, Indonesia. Sejak tahun 1995, lima dari tambang logam mulai memproduksi emas serta berlokasi di Indonesia Timur. Kelima lokasi tambang itu merupakan Mesel (emas), Lanut (emas), Gosowong (emas), Lerokis (emas/tembaga), serta Batu Hijau (tembaga/emas). Proyek tambang emas di Indonesia merupakan proyek Martabe terdapat atau terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Sumatera Utara. Proyek ini didirikan di bawah Kontrak Karya generasi keenam yng ditandatangani April 1997. Aset utama G-Resources era ini merupakan tambang Martabe yng mempunyai sumberdaya 6,5 juta ounces emas serta 66 juta ounces perak. Tambang Martabe ditargetkan mulai berproduksi akhir 2011 yang dengannya kapasitas sebesar 250.000 ounces emas serta 2-3 juta ounces perak berbiaya rendah sebesar US$ 280 per ounces emas.

 

Sumber : https://ber-sejarah.blogspot.com/2017/05/sejarah-penemuan-emas.html

social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *